POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES SURABAYA
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SIDOARJO
2009
TEKNIK PENGHITUNGAN BASAL METABOLIC RATE
Pengertian
Basal Metabolic Rate ( BMR ) adalah kebutuhan kalori minimum yang dibutuhkan seseorang hanya untuk sekedar mempertahankan hidup, dengan asumsi bahwa orang tersebut dalam keadaan istirahat total, tidak melakukan aktivitas sedikitpun.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Metabolisme Basal
Genetik, sebagian orang dilahirkan dengan tingkat metabolisme basal (BMR) tinggi, dan sebagian lagi BMRlebih rendah.
Gender, laki – laki cenderung memiliki massa otot lebih besar daripada perempuan, sehingga BMR laki – laki lebih besar daripada perempuan.
Usia, BMR cendererung berkurang seiring dengan bertambahnya usia. BMR seseorang dapat turun sekitar 2% per dekade.
Berat tubuh, semakin berat massa tubuh seseorang, BMRnya akan lebih tinggi.
Body surface area atau Luas permukaan tubuh, ini berkaitan dengan tinggi dan berat seseorang. Sehingga orang yang lebih tinggi dan besar cenderung memiliki BMR yang lebih tinggi.
Pola makan, dalam keadaan lapar BMR seseorang bisa turun hingga 30%.
Suhu tubuh, setiap kenaikan suhu tubuh 0.5 C,BMR bisa meningkat hingga 7%.
Suhu Lingkungan, suhu lingkungan juga berpengaruh pada tingkat BMR seseorang. Ini berkaitan dengan upaya penstabilan suhu tubuh. Semakin rendah suhu lingkungan, BMR akan cenderung lebih tinggi.
Hormon, hormon yang mempengaruhi tingkat BMR adalah hormon tiroksin. Hormon tiroksin sebagai regulator BMR, yang mengatur kecepatan metabolisme tubuh. Semakin banyak homon tiroksin yang disekresikan, maka akan semakin tinggi BMRnya.
C. Penghitungan BMR
Berikut ini adalah teknik penghitungan Basal Metabolic Rate dengan menggunakan Rumus Harris Benedict, 1919:
Pria : 66 + (13,7 × BB dalam kg) + (5 × TB dalam cm) - (6,8 × Umur dalam tahun)
Wanita : 655 + (9,6 × BB dalam kg) + (1,8 × TB dalam cm) - (4,7 × Umur dalam tahun)
Rumus di atas hanya sebatas menghitung BMR, sementara untuk menghitung Total Daily Energy Expenditure (TDEE), dikenal adanya Activity Multiplier, yaitu bilangan-bilangan pengali yang digunakan untuk mencari total energi yang dihabiskan dalam sehari bergantung pada tingkat aktivitas.
Activity Multiplier Sedentary = BMR X 1.2 (contohnya pekerjaan ringan sebagai pegawai kantor)
Lightly active = BMR × 1.375 (latihan ringan/olahraga 1-3 hari/minggu)
Mod. Active= BMR × 1.55 (latihan sedang/olahraga 3-5 hari/minggu)
Very active = BMR × 1.725 (latihan keras/olahraga 6-7 hari/minggu)
Extra active = BMR × 1.9 (latihan keras harian/olahraga & bekerja atau 2 kali hari latihan seperti lari marathon.).
Contoh penghitungan:
Seorang wanita, 30 tahun, memiliki tinggi 167.6 cm dan berat 54.5 kg, maka:
BMR = 655 + 523 + 302 - 141 = 1339 kalori/hari ð BMR 1339 kalori per hari, level aktivitasnya Moderately Active (olah raga 3-4 kali per minggu), maka: Activity Multipliernya 1.55 ð TDEE = 1.55 X 1339 = 2075 kalori/hari
Rabu, 13 Mei 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
